Fri. Apr 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

2 min read

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) lebih mungkin menderita serangan jantung atau aritmia yang disebabkan oleh masalah sistemik.

Studi ini menemukan bahwa penangkapan jantung adalah suatu kondisi di mana jantung berhenti berdetak mendadak. Sedangkan, aritmia di ICU adalah konsekuensi dari bentuk sistemik virus corona Covid-19.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hear Rhythm ini bisa membantu dokter lebih baik merawat dan mengelola pasien virus corona Covid-19 di ICU.

Saat ini para ilmuwan pun masih terus mengumpulkan data tentang bagaimana virus memengaruhi orang-orang yang terinfeksi di tengah pandemi global yang belum usai.

Data ini bisa membantu para ilmuwan menemukan perawatan efektif yang bisa membantu orang terhindar dari virus corona Covid-19. Selain itu, temuan ini bisa membantu membunuh virus dan meminimalkan dampaknya pada tubuh.

Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. Pabrikan otomotif juga akan menggarap ketersediaannya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. Pabrikan otomotif juga akan menggarap ketersediaannya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Laporan awal yang berasal dari pusat wabah virus corona di Wuhan, China menemukan semua pasien yang terinfeksi virus berisiko lebih tinggi terkena aritmia yang bisa menyebabkan penangkapan jantung dan masalah jantung serius lainnya.

Para peneliti percaya bahwa serangan jantung dan aritmia kemungkinan merupakan konsekuensi dari masalah sistemik, bukan hanya efek langsung dari infeksi virus corona Covid-19.

Namun, sekarang ini nampaknya pasien virus corona Covid-19 dalam kondisi parah di ICU dan mengancam jiwa memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah jantung serius.

“Temuan kami menunjukkan bahwa penyebab non-jantung, seperti infeksi sistemik, peradangan dan penyakit cenderung berkontribusi lebih banyak pada terjadinya henti jantung dan aritmia, daripada sel jantung yang rusak atau terinfeksi akibat virus,” jelas Dr Rajat Deo, seorang electrophysiologist jantung dan associate professor of Cardiovascular Medicine di Penn dikutip dari Medical News Today.

Pasien ICU lebih berisiko mengalami masalah jantung

Para peneliti telah mempelajari data dari 700 pasien virus corona Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania dari awal Maret hingga pertengahan Mei 2020.

Para peneliti mengambil berbagai data, termasuk kemungkinan komorbiditas untuk masalah jantung, informasi demografis umum lainnya, tanda vital masing-masing pasien, perawatan serta hasil tes. Semua pasien rata-rata berusia 50 tahun.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa 53 pasien memiliki aritmia, termasuk 25 insiden fibrilasi atrium yang membutuhkan perawatan, 9 insiden bradyarrhythmias dan 10 kejadian takikardia ventrikel.

Dari 700 pasien, sebanyak 11 persen membutuhkan perawatan ICU dan 9 orang di antaranya mengalami serangan jantung.

Secara umum. para peneliti menemukan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang menjalani perawatan di ICU lebih mungkin mengalami aritmia dan serangan jantung.