Sat. Apr 17th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Seluruh Siswa SD di Malaysia Kembali ke Sekolah

2 min read

Petaling Jaya 

Pemerintah Malaysia kembali memulai pembelajaran tatap muka langsung di tingkat Sekolah Dasar (SD) secara penuh pada Senin (8/3). Kali ini, kelompok terakhir siswa yang kembali ke sekolah adalah murid kelas tiga hingga enam SD, dengan total 1,8 juta siswa.

Seperti dilansir The Star, Senin (8/3/2021) pembukaan ini adalah pertama kalinya bagi Sekolah Dasar di seluruh negeri itu sejak pemerintah melakukan penutupan bertahap pada September tahun 2020 lalu, bersama dengan sekolah menengah, karena lonjakan kasus virus Corona (COVID-19).

Dilaporkan The Star, beberapa sekolah mengungkapkan bahwa mayoritas siswa sudah mengikuti Standard Operating Procedures (SOP) dan telah tiba di sekolah sejak pukul 6.45 pagi waktu setempat.

Beberapa sekolah di Malaysia memiliki personel Korps Relawan Malaysia (Rela) untuk membantu mengendalikan situasi, sementara sekolah lainnya dibantu oleh orang tua siswa. Hal ini dilakukan untuk membantu memastikan pergerakan orang tua dan murid lebih terorganisir dan terkontrol, dibandingkan ketika sekolah dibuka kembali pada 1 Maret lalu.

Sekolah-sekolah tidak mengizinkan para orang tua berada di luar atau di dekat gerbang sekolah sebagai cara untuk mengendalikan keadaan.

Di beberapa tempat, sejumlah siswa terlihat berat melepaskan tangan orang tua mereka saat tiba di sekolah. Sementara yang lain terlihat sangat gembira saat pertama kali melihat teman-temannya dan hendak saling berpelukan, tapi teringat SOP yang sudah diatur.

Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia Datuk Dr Habibah Abdul Rahim mengatakan kementeriannya siap menerima semua muridnya. Dia mengatakan bahwa pedoman Manajemen Sekolah dan Operasi di Bawah Norma Baru 2.0 yang diperbarui dari kementerian adalah versi yang lebih komprehensif dan mendetail dari pedoman sebelumnya, karena mempertimbangkan pengalaman tahun lalu dalam membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kepatuhan siswa terhadap SOP sudah baik dan masuk ke sekolah (dapat diatur) karena orang tua telah menurunkan mereka secara bertahap sehingga lebih mudah untuk mengikuti SOP,” ujarnya.

“Tantangannya saat ini adalah membubarkan siswa ketika sekolah berakhir, terutama untuk anak-anak prasekolah dan siswa kelas satu karena baru pertama kali masuk sekolah,” ujarnya dalam wawancara di DidikTV Kementerian Pendidikan Malaysia, Minggu (7/3).

Ditegaskan, semua pihak harus mematuhi SOP dan pedoman yang berlaku untuk memastikan sekolah menjadi lingkungan yang aman bagi siswa dan murid.

Baca juga !