Sun. May 29th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Bagikan 80 Juta Vaksin Corona, AS Minta Rekam Medis Staf Lab Wuhan Dirilis

3 min read

Jakarta –

Amerika Serikat (AS) berencana membagi-bagikan 80 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) ke seluruh dunia. Seorang pakar medis terkemuka AS meminta China untuk merilis rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan yang jatuh sakit dengan gejala COVID-19 sebelum pandemi Corona diumumkan ke publik.

Presiden AS, Joe Biden, sebelumnya berjanji mengekspor 80 juta dosis vaksin Corona ke berbagai negara pada akhir bulan ini. Komitmen itu datang di tengah tekanan dari negara-negara lain untuk memanfaatkan kelebihan pasokan vaksin Corona milik AS demi membantu negara yang berjuang mendapatkan vaksin.

Pekan ini, Dr Anthony Fauci yang merupakan pakar medis terkemuka AS menyerukan kepada China untuk merilis rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan yang jatuh sakit pada akhir tahun 2019, sebelum pandemi Corona diungkap ke publik.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (4/6/2021):

– Biden Beberkan Rencana Global Bagi-bagikan 80 Juta Dosis Vaksin Corona

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menjelaskan rencananya soal pendistribusian 80 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) secara global ke negara-negara prioritas. Sekitar 75 persen di antaranya akan disalurkan melalui program berbagi vaksin, COVAX, yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), Gedung Putih dalam pernyataannya menyebut bahwa jutaan dosis vaksin Corona yang disalurkan melalui program COVAX, akan diprioritaskan untuk negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia, juga Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Afrika.

Penyaluran vaksin secara global oleh AS ini, sebut Gedung Putih, bertujuan membantu mencegah lonjakan baru kasus Corona.

Banyak abu jenazah korban virus Corona (COVID-19) di India yang tidak diklaim atau diambil oleh keluarga masing-masing setelah proses kremasi selesai. Oleh karena itu, otoritas India memutuskan menenggelamkan abu-abu jenazah korban Corona itu di sungai setempat.– Abu 1.200 Korban Corona di India Ditenggelamkan di Sungai

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), banyak guci tanah liat berisi abu jenazah korban Corona menumpuk di krematorium Sumanahalli, pinggiran Bangalore, India, tanpa ada keluarga yang mengklaim atau mengambilnya. Guci tanah liat itu diselimuti kain putih dan ditempeli stiker bernomor sebagai penanda.

Guci-guci berisi abu itu kemudian diangkut untuk ritual perendaman massal di sungai-sungai setempat, bersama banyak abu jenazah lainnya yang juga tidak diambil pihak keluarga. Totalnya dilaporkan ada sekitar 1.200 korban Corona yang tidak diklaim oleh keluarganya.

– Pakar Medis AS Minta China Rilis Rekam Medis Peneliti Lab Wuhan

akar medis terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, menyerukan kepada China untuk merilis rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan yang jatuh sakit sebelum pandemi virus Corona (COVID-19) diumumkan ke publik awal tahun lalu.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sedikitnya tiga peneliti laboratorium Institut Virologi Wuhan jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit pada musim gugur tahun 2019, dengan gejala-gejala yang konsisten dengan COVID-19 dan penyakit musiman biasa. Wuhan menjadi lokasi awal terdeteksinya kasus Corona di China.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (4/6/2021), Fauci menyampaikan seruan itu kepada China dengan menilai bahwa rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan mungkin memberikan petunjuk penting soal kemunculan awal virus Corona, terutama soal teori kebocoran laboratorium yang belakangan kembali mencuat.

– Jepang Beri Gratis 1,2 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Taiwan

Otoritas Jepang akan memberikan 1,24 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca kepada Taiwan. Pasokan vaksin AstraZeneca itu akan diberikan kepada Taiwan secara cuma-cuma atau gratis.

Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (4/6/2021), hal itu diumumkan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, pada Jumat (4/6) waktu setempat, beberapa jam sebelum pengiriman vaksin dilakukan.

Taiwan diketahui tengah memerangi lonjakan kasus penularan lokal dan sejauh ini baru memvaksinasi kurang dari tiga persen populasinya.

Kepala Staf Angkatan Udara (AU) Korea Selatan (Korsel), Jenderal Lee Seong-yong, mengundurkan diri dari jabatannya setelah seorang tentara wanita bunuh diri karena dilecehkan secara seksual oleh koleganya. Pekan ini, seorang tentara pria berpangkat Sersan Kepala ditangkap terkait kasus pelecehan seksual tersebut.– Anak Buah Bunuh Diri karena Dilecehkan, Kepala Staf AU Korsel Mundur

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (4/6/2021), kasus ini memicu kemarahan publik Korsel setelah terungkap bahwa laporan awal korban diabaikan oleh Angkatan Udara Korsel. Bahkan disebutkan keluarga korban bahwa Angkatan Udara Korsel berusaha menutup-nutupi kasus ini.

Korban yang juga berpangkat Sersan Kepala dan bermarga Lee, menjadi korban pelecehan dan penyerangan seksual oleh koleganya pada Maret lalu. Kementerian Pertahanan Korsel menyebut tindak pidana itu terjadi saat keduanya berada di mobil dalam perjalanan pulang ke pangkalan militer mereka di Seosan usai makan malam.

Korban mengajukan laporan kepada satuan Angkatan Udara Korsel atas pelecehan seksual itu, namun menurut keluarganya, korban malah mendapat tekanan oleh atasannya untuk mencabut laporan dan menandatangani kesepakatan penyelesaian.

Baca juga !