Wed. Jun 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Bentrok Berdarah Polisi Israel-Warga di Al-Aqsa Usai Buka Puasa

3 min read

Gaza City –

Bentrokan berdarah antara polisi Israel dengan warga Palestina yang ada di masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5/2021), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.

 

Dalam bentrokan ini, ribuan warga Palestina berhadapan dengan ratusan polisi Israel yang memakai perlengkapan antihuru-hara.

Sebelum bentrokan pecah di kompleks Masjid Al-Aqsa, bentrokan lainnya terjadi di wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, di mana sejumlah keluarga Palestina terancam digusur usai pengadilan memutuskan tanah yang menjadi tempat tinggal mereka secara legal dimiliki para pemukim Yahudi.

Puluhan ribu warga Palestina memenuhi perbukitan di sekitar Masjid Al-Aqsa saat salat Jumat, dan banyak dari mereka bertahan di lokasi itu untuk memprotes putusan terkait sengketa tanah tersebut.

Usai waktu berbuka puasa, bentrokan tiba-tiba terjadi di Masjid Al-Aqsa. Seorang pejabat Masjid Al-Aqsa dengan menggunakan pengeras suara masjid mengimbau semuanya tetap tenang.

“Polisi harus segera berhenti menembakkan granat kejut ke arah jemaah, dan kaum muda harus tenang dan diam!” demikian seruan pejabat Al-Aqsa.

Bentrokan kecil juga dilaporkan terjadi di dekat Sheikh Jarrah, yang berlokasi di dekat Gerbang Damaskus, Kota Tua. Polisi Israel menggunakan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran yang berkumpul di dekat rumah-rumah keluarga Palestina yang berpotensi digusur.

“Jika kita tidak mendukung orang-orang ini, (penggusuran) akan (datang) ke rumah saya, rumahnya dan setiap warga Palestina yang tinggal di sini,” teriak salah satu demonstran bernama Bashar Mahmoud (23).

Laporan paramedis Palestina menyebut 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut. Dengan layanan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina menyebut 88 warga Palestina di antaranya dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru karet.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, satu warga Palestina kehilangan salah satu matanya, dua orang lainnya mengalami cedera kepala serius dan dua lainnya mengalami retak tulang rahang. Sisanya mengalami luka-luka ringan.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kepolisian Israel menyebut warga Palestina melemparkan batu, kembang api dan benda-benda lainnya ke arah polisi. Disebutkan bahwa enam polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan dan membutuhkan perawatan medis.

“Kami akan merespons dengan tegas setiap gangguan kekerasan, kerusuhan atau tindakan membahayakan personel kami, dan akan berupaya mencari pihak yang bertanggung jawab dan mengadili mereka,” tegas juru bicara Kepolisian Israel tersebut.

Mahkamah Agung Israel dijadwalkan akan menggelar sidang terbaru soal sengketa tanah di Sheikh Jarrah itu pada Senin (10/5) mendatang.

Diketahui bahwa sengketa tanah antara warga Palestina dan pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah telah memicu pertikaian selama bertahun-tahun. Kasus hukum ini berpusat pada rumah-rumah empat keluarga Palestina yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Awal tahun ini, sebuah pengadilan distrik Yerusalem memutuskan bahwa rumah-rumah itu secara legal milik keluarga Yahudi, dengan mengutip pembelian tanah yang dilakukan beberapa dekade lalu. Pemukim Yahudi yang mengajukan gugatan mengklaim keluarga mereka kehilangan tanah itu saat perang yang berujung pembentukan Israel tahun 1948 silam — konflik yang juga membuat ratusan ribu warga Palestina kehilangan rumah mereka.

Namun keluarga-keluarga Palestina yang digugat menyediakan bukti bahwa rumah mereka diperoleh dari otoritas Yordania yang menguasai Yerusalem Timur antara tahun 1948 hingga 1967 silam. Otoritas Yordania melakukan intervensi dalam kasus ini, dengan menyediakan dokumen untuk mendukung klaim keluarga Palestina.

Baca juga !