Tue. Sep 21st, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Corona Melonjak di AS, Kasus Mingguan Kalahkan RI dan India

2 min read

Setelah berbagai pelonggaran aturan protokol kesehatan, infeksi virus corona di Amerika Serikat kembali meningkat. Jumlah kasus Covid-19 Negeri Paman Sam dalam sepekan belakangan bahkan mengalahkan Indonesia dan India.
Berdasarkan data Worldometer, jumlah kasus Covid-19 di AS selama sepekan belakangan mencapai 368.252, berada di posisi tertinggi dunia, disusul Indonesia dengan 289.029 dan India dengan 266.044.

AS memang mencatatkan lonjakan tertinggi selama beberapa hari belakangan. Rekor tertinggi dalam sepekan terakhir tercatat pada 23 Juli lalu dengan 82.505 kasus Covid-19 dalam sehari.

Pada Sabtu (24/7), AS melaporkan 53.602 kasus dan menjadi yang tertinggi di dunia, mengalahkan Indonesia di posisi kedua dengan 45.416 dan India di peringkat ketiga dengan 40.284.

Sehari kemudian, Minggu (25/7), AS menempati urutan ketiga setelah Indonesia dan India dengan 30.406 kasus. Setelah akhir pekan, kasus Covid-19 yang dilaporkan di AS turun menjadi 23.235.

Meski demikian, sejumlah pakar menduga penurunan terjadi karena jumlah tes Covid-19 juga berkurang sepanjang akhir pekan.

Kepala Penasihat Presiden AS Bidang Kesehatan, Anthony Fauci, mengatakan bahwa penanganan Covid-19 di negaranya berjalan ke arah yang salah menyusul lonjakan infeksi virus corona tersebut.

Fauci dan sebagian ahli kesehatan Negeri Paman Sam menilai lonjakan terbaruCovid-19 sebagian besar disebabkan penyebaran virus corona varian Delta yang lebih cepat menular, terutama di kalangan warga belumdivaksin.

Sky News melaporkan bahwa sebagian besar kasus baru Covid-19 memang terdapat di selatan AS, di mana tingkat keraguan warga terhadap vaksin tinggi.

Lousiana, Arkansas, Missouri, Florida, dan Nevada, merupakan beberapa negara bagian di selatan AS yang memiliki tingkat vaksinasi di bawah rata-rata nasional. Kelima negara bagian AS itu pula yang menyumbang kasus Covid-19 harian terbanyak sepekan terakhir.

“Ini adalah masalah yang sebagian besar terletak di antara mereka yang tidak divaksinasi, yang merupakan alasan mengapa kami di luar sana, praktis memohon kepada orang-orang yang tidak divaksinasi untuk pergi keluar menerima vaksin,” kata Dr Fauci.

“Kita sedang menuju ke arah yang salah.”

Fauci bahkan mengaku “sangat frustrasi” atas situasi pandemi di AS.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, saat ini AS memiliki rata-rata sekitar 43.700 kasus corona baru per hari selama sepekan terakhir atau naik 65 persen dibandingkan seminggu sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 83 persen dari kasus Covid-19 baru dan aktif saat ini di AS merupakan varian Delta.

Dengan perkembangan situasi Covid-19, Fauci menyatakan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan mengubah pedoman tentang aturan bermasker.

Ia menuturkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan agar warga yang telah divaksin kembali mengenakan masker sebagai salah satu upaya menekan laju infeksi corona.

Baca juga !