Sat. Oct 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Dampak Virus Korona pada Perekonomian, Harga Tembaga Anjlok hingga Ribuan Toko Ritel Tutup

3 min read

JAKARTA – Mewabahnya virus corona mulai berdampak pada banyak hal. Selain korban jiwa, virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, membuat sejumlah bisnis terus merugi.

Misalnya saja, harga emas turun 1% dikarenakan penguatan dolar Amerika Serikat setelah China ambil langkah untuk mengurangi dampak wabah virus korona terhadap perekonomiannya.

Kepala Strategi Komoditas di TD Securities Bart Melek menyatakan China telah mengambil langkah-langkah yang sangat kuat untuk memastikan hal ini (coronavirus) terkandung, semacam itu membantu sentimen pasar.

“Kami memiliki sedikit lompatan dalam dolar AS dan yang terbesar adalah bahwa kami melihat rebound dalam saham, membuat orang mungkin mengambil beberapa keuntungan dan memposisikan kembali secara wajar,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Okezone pun merangkum fakta-fakta dampak virus corona pada perekonomian, Sabtu (8/2/2020):

1. Produksi Automotif Korea Terhenti

Coronavirus atau virus konora telah membahayakan industri automotif Korea Selatan. Industri terancam karena Hyundai Motor, Kia Motors berserta tiga perusahaan automotif tidak bisa mendapatkan pasokan perkabelan yang dibuat di China.

Hyundai mengatakan, pengoperasian pabriknya di Ulsan dan dua kota lain akan melambat dan mungkin menghentikan operasi sampai awal minggu depan atau kecuali produksi kabel dilanjutkan di China atau perusahaan Korea dalam negeri dapat mulai memenuhi kebutuhan. Perusahaan meminta pekerja untuk tidak shift lembur dalam memproduksi kendaraan karena ada juga kekhawatiran kalau komponen lain akan segera kekurangan pasokan.

Bosch sendiri, harus menutup dua pabriknya di Wuhan sampai minggu depan. “Tidak ada gangguan, tetapi jika situasi ini berlanjut, rantai pasokan akan terganggu,”CEO Bosch, Volkmar Denner, Jerman, mengutip dari Forbes.

2. Kerugian Capri Holdings

Capri Holdings harus merugi karena banyaknya toko-toko tutup karena bisnisnya terdampak virus corona. Sekitar 150 toko Capri di China ditutup.

Capri Holdings mencatat virus corona mengurangi pendapatan mereka sebesar USD100 juta setara Rp1,36 triliun (kurs Rp13.656 per USD) pada kuartal ini.

3. Apple Tutup Tokoknya di China

Perusahaan besar lain seperti Apple telah menutup 42 tokonya di China hingga 9 Februari akibat wabah virus corona. Sementara Starbucks telah menutup setengah dari 4.300 toko di China pada minggu lalu.

4. Nike dan Adidas Tutup Toko

Nike telah menutup sekitar setengah dari toko yang dimilikinya di China. Begitu juga dengan Adidas, perusahaan dan para pemegang waralaba menutup sejumlah toko di sana.

“Dalam jangka pendek, kami memperkirakan situasi akan berdampak pada operasi kami di China,” kata Nike.

Hampir 18% dari penjualan Nike pada kuartal terakhir berasal dari wilayah China. CEO Nike John Donahoe mengatakan, prioritas pertama perusahaan adalah secara tegas menjaga mitra dan konsumennya di China.

5. Sejumlah Maskapai Hentikan Penerbangan Dari dan Menuju China

American Airlines telah menangguhkan semua penerbangan antara Amerika Serikat dan China hingga 27 Maret, sedangkan Delta Air Lines tidak akan terbang dari Amerika Serikat ke China hingga 30 April.

Perusahaan penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific mengatakan, pihaknya memotong penerbangan ke China sebesar 90% dan membuat pengurangan yang signifikan di tempat lain dalam jaringannya selama dua bulan ke depan. Total jumlah penerbangan akan berkurang 30%.

Di Indonesia, maskapai Batik Air juga merugi. Sejak pemerintah menutup sementara rute penerbangan dari China ataupun sebaliknya, hal ini memberikan dampak besar bagi Batik Air.

6. Harga Tembaga Anjlok Pertanda Ekonomi Dunia Kurang Baik

Industri manufaktur di China memperpanjang penutupan akibat wabah virus corona. Hal ini berdampak besar pada harga tembaga telah yang turun hingga 12% sejak pertengahan Januari.

Penurunan harga tembaga menjadi barometer bahwa kesehatan ekonomi dunia sedang bermasalah. Di mana tembaga banyak digunakan untuk elektronik hingga pembangunan rumah.

7. Kasino-Kasino di Kota Macau Tutup

Macau memutuskan untuk menutup kasino-kasinonya akibat dari penyebaran Virus Korona yang korbannya terus melonjak. Pemerintah Macau akan menangguhkan operasi perjudian atau kasino dan industri terkait lainnya selama sekitar kurang lebih dua minggu.

Hal ini ditempuh Macau sebagai tindak lanjut atas 10 kasus penderita Virus Korona yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah setempat. Virus Korona secara global telah menewaskan setidaknya 427 orang dan menginfeksi lebih dari 20 ribu orang di beberapa negara yang telah terjangkit epidemi itu.

8. Starbucks Tutup 4.300 Gerai di China

Starbucks menutup lebih dari 4.300 gerainya di China, sebagai antisipasi menyebarnya virus corona. Untuk sementara, Starbucks akan memantau dan memodifikasi jam operasional semua tokonya sehubungan dengan wabah tersebut.

“Saya berharap wabah virus korona hanya bersifat sementara,” ujar Starbucks.

Selama akhir pekan, Starbucks menutup toko dan menangguhkan layanan pengiriman di kota Wuhan, pusat penyebaran, dan di Provinsi Hubei.

9. Sikap China Antisipasi Virus Corona

The People’s Bank of China (PBOC) menyatakan bahwa mereka menurunkan 7 day reverse repo rate menjadi 2,4% dari 2,5%. Selain itu juga memotong tenor 14 hari menjadi 2,55% dari 2,65%.

Pemotongan ini terjadi ketika pasar keuangan dibuka kembali setelah libur Tahun Baru Imlek yang diperpenjang. PBOC telah menyuntikan Rp2.388 triliun (USD173,81 miliar atau 1,2 triliun yuan) ke pasar uang melalui perjanjian pembelian kembali obligasi.