Sat. Oct 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Harun Masiku Masih Buron, KPK Tetap Lanjutkan Penyidikan Kasus Suap Wahyu Setiawan

2 min read

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan tetap melanjutkan proses penyidikan kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) yang menyeret mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Meskipun, saat ini satu tersangka pemberi suap dalam kasus ini yaitu, Harun Masiku, belum tertangkap.

KPK beberapa hari belakangan fokus merampungkan proses penyidikan untuk tiga tersangka dalam kasus ini. Ketiganya yakni, Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, serta Saeful.

“Jadi sampai hari ini kan proses pemberkasan perkara tetap berjalan, sekali pun kemudian tersangka belum ditemukan, belum ditangkap dan ditahan, ada tiga tersangka yang ditahan itu berjalan sama beriringan semuanya,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2020).

Ali Fikri

Menurut Ali, keterangan Harun Masiku bukan satu-satunya alat bukti untuk mengkonstruksikan perkara dugaan suap ini. Oleh karenanya, KPK tidak hanya berpatokan pada keterangan Harun Masiku dalam perampungan berkas penyidikan kasus ini.

“Bahwa begini ya untuk menetapkan seorang tersangka ini kan berdasarkan alat bukti, sehingga sekarang yang dilakukan oleh penyidik adalah alat bukti yang diperoleh selain dari keterangan tersangka yang kemudian tersangkanya belum ditemukan,” ujar Ali.

“Keterangan tersangka adalah salah satu alat bukti aja, masih ada yang lain. Ada keterangan saksi, petunjuk surat dan seterusnya. Jadi saya kira masih bisa berjalan sekalipun tersangka tidak ada bahkan tidak memberikan keterangan,” sambungnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 Juta dari total Rp400 Juta. Sisanya atau senilai Rp200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

Baca juga !