Sat. Oct 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Jadi Hidangan Wajib, Ini 5 Fakta Menarik tentang Lontong Cap Go Meh

3 min read

Jakarta –

Perayaan Cap Go Meh tak lengkap tanpa menyantap lontong Cap Go Meh. Tak hanya sekadar jadi santapan, lontong Cap Go Meh juga memiliki fakta menarik dibaliknya.

Cap Go Meh selalu dirayakan di hari ke-15 setelah perayaan Imlek. Sama seperti Imlek, perayaan Cap Go Meh juga disemarakkan dengan hidangan lezat yang memiliki makna tersendiri.

Salah satu hidangan tersebut dikenal dengan sebutan lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh menjadi hidangan yang wajib tersedia saat perayaan Cap Go Meh.

Berasal dari perpaduan dua budaya yang berbeda, berikut ini 5 fakta menarik tentang Lontong Cap Go Meh yang sangat bermakna.

1. Dari Mana Lontong Cap Go Meh Berasal ?

Disebut lontong Cap Go Meh karena lontong tersebut biasa disajikan dengan saat perayaan Cap Go Meh, yaitu hari ke-15 setelah perayaan Imlek. Lontong Cap Go Meh merupakan hidangan peranakan dari perpaduan antara khas China dan Jawa.

Lontong Cap Go Meh pertama kali ditemukan di pesisir pulau Jawa, tepatnya di Semarang pada abad ke-19 dimana pada saat itu kolonial Belanda menjadikan kota tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan di Hindia Belanda.

Kemudian ada imigran yang berasal dari China menikah dengan perempuan asal Jawa. Kemudian dari situ terjadilah perpaduan antara dua kebudayaan peranakan dari China dan Jawa.

Berbeda dengan di China, saat perayaan Cap Go Meh, masyarakat China memiliki tradisi mengonsumsi kue beras. Di China, kue beras tersebut dikenal dengan sebutan yuan xiao. Meskipun berbeda, tetapi kedua makanan itu sama-sama terbuat dari beras.

2. Makna Tradisi Makan Lontong Cap Go Meh

Mengonsumsi lontong saat perayaan Cap Go Meh bukan hanya sebagai hidangan semata, melainkan sudah menjadi tradisi dan memiliki makna di baliknya. Bagi mereka yang merayakan, Lontong Cap Go Meh diibaratkan sebagai simbol perpaduan dua budaya.

Lontong tersebut dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya yang panjang. Bentuk tersebut dianggap sebagai simbol panjang umur. Oleh karena itu ketika menyantap lontong Cap Go Meh banyak orang mengharapkan panjang umur.

Lontong Cap Go Meh biasanya dilengkapi dengan telur yang dalam budaya mereka memiliki arti keberuntungan. Sementara pada kaldu santan campuran rempah berupa kunyit yang berwarna emas dianggap sebagai simbol kemakmuran.

3. Terinspirasi dari Opor Ayam Saat Lebaran

Melihat tampilannya, lontong Cap Go Meh sebenarnya memiliki kemiripan dengan opor ayam yang biasa disantap saat perayaan lebaran bagi umat Muslim. Lontong tersebut memang terinspirasi dari opor ayam.

Ada cerita menarik dibaliknya, yaitu pada abad 19 masyarakat China yang bermigrasi ke Indonesia tepatnya di pulau Jawa hidup rukun dengan umat Muslim. Masyarakat Indonesia, melihat umat Muslim ada tradisi makan kupat dan opor ayam saat perayaan lebaran.

Tradisi tersebut dikenal dengan lebaran kupat, dimana hari ke-15 setelah lebaran Idul Fitri masyarakat Jawa ramai-ramai membuat ketupat dan opor ayam untuk disantap bersama.

Dari cerita itulah kemudian masyarakat China ikut membuat tradisi makan lontong berkuah santan setelah beberapa hari dari perayaan Imlek, yang di sebut Cap Go Meh.

4. Harus Terisi Penuh

Setiap isian dalam lontong Cap Go Meh memiliki simbol dan makna tersendiri. Makna tersebut berupa harapan baik seperti umur yang panjang, kemakmuran hingga keberuntungan.

Bukan hanya isiannya saja yang melambangkan harapan baik. Cara penyajian lontong Cap Go Meh juga terdapat makna tersendiri. Saat menyajikan lontong dalam satu piring harus terisi penuh.

Dalam budaya China, menyantap lontong Cap Go Meh sama saja memohon doa untuk meminta rezeki yang berlimpah. Di samping itu ada juga yang beranggapan bahwa disajikan secara penuh karena juga terinspirasi dari masyarakat Jawa.

Orang Jawa biasanya makan dan minum dalam porsi yang banyak sebagai bentuk rasa syukur dengan kenikmatan yang telah diberikan oleh tuhan.

5. Isian pada Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh tidak hanya di santap oleh orang China di pulau Jawa saja, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. Maka tak heran sajian lontong Cap Go Meh tersebut selalu berbeda-beda di setiap daerah.

Berbeda daerah, berbeda pula isian yang disajikan pada lontong tersebut. Kalau di Semarang, Lontong tersebut dilengkapi dengan opor ayam. Tak jarang juga orang yang menambahkan sate dan serundeng sebagai pelengkap.

Sementara di Jawa Timur, seperti di Surabaya misalnya, lontong Cap Go Meh disajikan dengan tambahan telur petis yang terkenal dengan warna hitamnya.

Berbeda pula dengan di Singkawang yang masyarakatnya banyak yang mengganti daging ayam pada sayur opor dengan daging babi hingga ikan laut.

Baca juga !