Mon. Jul 4th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Kuasa Total ala Erik ten Hag: Tentukan Waktu Tidur, Koran, hingga Rumput!

3 min read

Erik ten Hag, yang baru saja diperkenalkan sebagai pelatih baru Man United mulai musim 2022-2023, adalah figur yang menghendaki kontrol total.

Ruang ganti Man United mulai musim depan mesti siap berhadapan dengan Erik ten Hag, pelatih yang dikenal sangat detail, tepat waktu, dan menghendaki kuasa total terhadap tim.

Erik ten Hag, yang kini masih menukangi Ajax Amsterdam, dikonfirmasi oleh Man United akan menukangi Cristiano Ronaldo dkk begitu musim 2021-2022 kelar.

Kebersamaan Erik Ten Hag bersama Man United akan berlangsung sampai Juni 2025. Klausul kontrak pelatih 52 tahun itu bersama MU disertai dengan opsi perpanjangan masa kerja selama setahun berikutnya.

Melalui pernyataan resmi, Man United mengaku dibuat terpukau oleh visi jangka panjang, serta dorongan dan tekad kuat Erik Ten Hag untuk mencapainya.

Soal memaparkan sesuatu, Erik Ten Hag adalah ahlinya. Leon ten Voorde, teman masa kecil Erik ten Hag memberikan kisah menarik.

Erik Ten Hag adalah sosok yang bisa membuat pendirian orang tiba-tiba goyah dengan penjelasan terperincinya.

“Ketika kami berdiskusi dengan teman soal siapa pemain tenis paling bertalenta, semua bilang (Roger) Federer. Namun, Anda pasti tahu bahwa Erik akan berkata (Rafael) Nadal,” tutur Ten Voorde seperti dilansir dari The Guardian.

“Hal yang menyebalkan adalah dia bisa membuktikan itu dengan baik,” ujar Ten Voorde lagi.

Pemaparan Ten Hag bisa meyakinkan karena dia adalah pribadi yang selalu berangkat dari detail-detail terkecil.

Ketika melakukan analisis terhadap lawan, Ten Hag ibaratnya akan memantau dari kepala sampai ujung kaki.

The Guardian menulis, Ten Hag akan mengirim pemainnya video cuplikan permainan lawan, lalu bahkan sampai pada taraf mengatur koran yang dibaca, hingga kapan waktu tidur sang anak asuh!

“Dia adalah tipe pelatih serius yang tahu betul apa yang diinginkan. Namun, dia ingin mengendalikan segalanya, selalu ingin memegang kendali,” tutur Marnix Kolder, eks anak didik Ten Hag di Go Ahead Eagles.

Go Ahead Eagles merupakan klub pertama yang memberikan kesempatan perdana bagi Ten Hag untuk menjabat pos pelatih kepala.

Ten hag bekerja di sana pada rentang 2012-2013 sebelum kemudian melanjutkan petualangan bersama Bayern Muenchen II (2013-2015), Utrecht (2015-2017), dan Ajax (2017-2022).

Sejak awal kariernya, Ten Hag sudah menunjukkan karakter sebagai pribadi yang teliti.

“Setiap pagi, dia akan ke lapangan untuk melihat apakah rumputnya cukup tinggi,” kata Sjoerd Overgoor mantan andalan Ten Hag di lini tengah Go Ahead Eagles.

Sjoerd Overgoor juga mengisahkan bagaimana Ten Hag mengkopi metode latihan pelatih legendaris AC Milan, Arrigo Sacchi.

Ten Hag meminta pasukannya melakukan “permainan bayangan” 11 melawan 0. Pemain diminta memantapkan organisasi dan pergerakan ofensif dengan bola dan lawan “bayangan”.

“Itu sangat membosankan. Namun, dia meminta kami fokus dan mencoba lagi, lagi, dan lagi,” tutur Overgoor.

Pemain Man United juga mesti siap menghadapi komitmen Ten Hag soal waktu. Telat jelas tak ada dalam kamus pria yang mengantar Ajax menjuarai Eredivisie alias Liga Belanda 2018-2019 dan 2020-2021 itu.

Cerita menarik muncul saat Ten Hag menghendaki anak asuhnya di Go Ahead Eagles melakukan lari lintas hutan dalam durasi dua menit.

Personel Go Ahead Eagles bisa melahap latihan itu dalam durasi yang lebih cepat. Nyatanya, Ten Hag tetap protes.

“Untuk menunjukkan kepadanya bahwa kami bugar, kami berusaha dan melakukannya dalam waktu 1 menit 50 detik,” kata Overgoor mengisahkan “kekakuan” Ten Hag soal waktu.

“Dia bilang ’Tidak, jika saya berkata 2 menit, itu bukan 2 menit 10 detik atau 1 menit 50 detik. Dua menit tetap dua menit’.”

Menarik dinantikan apakah karakter Ten Hag bakal cocok dengan dinamika ruang ganti Man United.

Sebelumnya, ruang ganti Man United sudah memakan “korban” seorang Jose Mourinho, pelatih yang juga dikenal sangat menuntut terhadap pemain.