Sat. May 28th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Netanyahu Kecam Koalisi Oposisi untuk Lengserkan Dirinya

1 min read

Tel Aviv –

Perdana Menteri (PM) IsraelBenjamin Netanyahu, menyebut koalisi pemerintahan baru dari oposisi yang berpotensi melengserkannya merupakan hasil ‘kecurangan pemilu terbesar’ dalam sejarah demokrasi Israel.

Seperti dilansir Reuters, Senin (7/6/2021), tuduhan itu disampaikan Netanyahu pada Minggu (6/6) waktu setempat saat kepala dinas keamanan domestik Israel terang-terangan memperingatkan soal prospek kekerasan politik.

Netanyahu fokus janji kampanye yang tidak ditepati oleh Naftali Bennett politikus oposisi yang akan menjabat PM baru Israel, menggantikan dirinya.

Bennett sebelumnya berjanji untuk tidak berkoalisi dengan partai-partai sayap kiri, sentris dan Arab, namun pekan lalu, dia mengumumkan koalisi dengan pemimpin oposisi Yair Lapid yang membentuk koalisi pemerintahan yang terdiri berbagai faksi partai dari berbagai spektrum politik.

Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk voting parlemen guna menyetujui koalisi pemerintahan yang dibentuk Lapid. Pembentukan koalisi itu dilakukan Lapid sebagai pemimpin oposisi, setelah Netanyahu yang partainya mendominasi parlemen Israel, gagal menjalankan tugas serupa hingga batas waktu berakhir.Di bawah kesepakatan koalisi itu, Bennett mendapat giliran pertama untuk menjabat sebagai PM Israel, yang selanjutnya akan digantikan oleh Lapid.

“Kita menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah negara ini, menurut pendapat saya dalam sejarah demokrasi mana pun,” sebut Netanyahu dalam pernyataan kepada jajaran Partia Likud yang menaunginya.

“Itulah mengapa orang-orang merasa ditipu dan mereka merespons, mereka tidak seharusnya diam,” imbuhnya, yang secara tidak langsung merujuk pada janji kampanye Bennett.

Baca juga !