Tue. Aug 3rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ngeri Pembunuh Berantai di Meksiko, Wajah Korban Dikuliti

2 min read

Mexico City –

Kesaksian mengerikan disampaikan seorang terduga pembunuh berantai di Meksiko. Dalam persidangan, pelaku berusia 72 tahun tersebut mengaku menguliti wajah korban terakhirnya.

Seperti dilansir dari New York Post dan Reuters, Minggu (13/6/2021), aksi kejam pelaku bernama Andres Mendoza itu diungkapkannya dalam persidangan pada Kamis (20/5). Mendoza didakwa atas pembunuhan seorang istri polisi bernama Reyna Gonzalez.

“Saya menghilangkan kulit dari wajahnya karena dia sangat cantik,” kata Mendoza di pengadilan, menurut laporan The Daily Mail.

Pembunuhan berantai yang dilakukan terungkap usai suami korban terakhirnya mengendus hal janggal. Diketahui Mendoza ditangkap pada 14 Mei lalu usai diduga membunuh dengan memotong bagian tubuh korban dengan gergaji dan pisau gading di kediamannya.


Modus Pembunuhan Gonzalez

Modus pembunuhan Gonzalez dilakukan dengan janji temu terlebih dahulu. Saat itu korban dan pelaku memang berencana untuk membeli suku cadang ponsel untuk bisnis yang dijalankan korban.

Namun korban tak kunjung pulang hingga membuat suaminya,Bruno Portillo mengeceknya ke kediaman pelaku. Karena tak mendapat izin, Portillo yang curiga membawa polisi dan melakukan penggeledahan.

Petugas polisi menggunakan alat khusus guna membongkar lantai beton pelaku. Usai dibongkar, ditemukan meja berlumuran darah Gonzalez.

Ada pula bagian tubuh sembilan wanita lainnya, serta rekaman video pembunuhan dan bukti lainnya – termasuk buku catatan dengan nama 29 wanita.

Melakukan Pembunuhan Berantai

Sejak 2001, Mendoza mengaku sudah melakukan aksi ‘gila’ nya itu terhadap 6 wanita lainnya. Bahkan yang makin mencengangkan, pelaku memakan beberapa bagian tubuh korbannya.

Petugas kepolisian menduga Mendoza bertanggungjawab atas pembunuhan 20 orang.

Mendoza mengatakan kepada pejabat pengadilan bahwa dia mulai bertemu para korbannya di bar 20 tahun yang lalu – dan membunuh mereka ketika mereka menolak tawaran romantisnya.

“Orang ini psikopat karena dia tidak merasa menyesal, sehingga dia memberi tahu Kementerian Umum, di hadapan pengacara pembela, keadaan bagaimana hal itu terjadi, (serta) peristiwa pembunuhan lainnya,” kata pengacara Sergio Baltazar, yang mewakili keluarga González.

Polisi menemukan sekitar 3.787 fragmen tulang yang diduga milik 17 korban. Penggalian yang dilakukan sejak 17 Mei lalu itu juga menemukan sejumlah kartu identitas dan barang-barang lain milik para korban yang hilang bertahun-tahun lalu.Temuan Ribuan Tulang di Rumah Pelaku

Melihat jumlah fragmen tersebut, ada indikasi dari polisi bahwa mayat tersebut mungkin dimutilasi menjadi potongan kecil, terlebih pelaku memang dikenal seorang tukang daging yang kerap menggunakan pisau tajam.

“Fragmen tulang sedang diteliti dengan ‘lateralisasi’, yang meliputi pembersihan tulang dengan hati-hati, mengidentifikasi bagian tubuh dan kemudian menempatkannya pada posisi anatomisnya, untuk menentukan perkiraan jumlah korban,” kata Kantor Kejaksaan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Associated Pres, Minggu (13/6/2021).

“Analisis ini menunjukkan bahwa hingga saat ini, fragmen tulang yang ditemukan kemungkinan adalah 17 orang,” kata pernyataan itu.

Usai melakukan penggeledahan, penyidik menemukan beberapa pakaian wanita, kartu pemilih, dan rekaman audio dan video yang menunjukkan kemungkinan pelaku telah merekam para korbannya.

Jaksa menemukan total 91 foto, delapan ponsel, serta perhiasan dan riasan wanita. Pihaknya kini masih memeriksa fragmen tulang untuk melihat apakah mereka dapat mengekstrak DNA untuk mengidentifikasi para korban pembunuhan.

Baca juga !