Wed. Jun 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Parlemen Yordania Desak Pemerintah Usir Dubes Israel

2 min read

Jakarta –

Parlemen Yordania dengan suara bulat mengeluarkan mosi yang mendesak pemerintah untuk mengusir Duta Besar (Dubes) untuk Yordania sebagai protes atas “kejahatan” Israel terhadap Palestina.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/5/2021), Ketua Parlemen Abdul Monem Odat mengumumkan langkah itu secara langsung di televisi setelah sesi parlemen pada Senin (17/5) yang digelar untuk membahas “situasi di Palestina dan kejahatan yang dilakukan terhadap mereka yang berada di Yerusalem dan Gaza”.

Odat mengatakan, selama sesi yang berlangsung selama enam jam, “pengusiran Dubes Israel” termasuk di antara rekomendasi utama yang diajukan.

“Kami telah mengirim memorandum kepada pemerintah soal itu dan sekarang ada pada Perdana Menteri,” tambahnya.

Perdana Menteri Bishr Khasawneh, yang hadir di parlemen, mengatakan pemerintah akan memeriksa semua opsi.

Anggota Parlemen Independen Khalil Attiyeh mengatakan kepada AFP bahwa keseluruhan 130 wakil parlemen telah menandatangani memorandum tersebut.

Israel dan Palestina saat ini terlibat dalam bentrokan terburuk mereka dalam beberapa tahun. Ratusan warga Palestina tewas akibat rentetan gempuran Israel di Gaza.

Negara Yahudi itu telah menggempur Gaza dengan serangan udara dan artileri yang mematikan, sementara penguasa Gaza, kelompok Hamas telah menembakkan ribuan roket ke Israel.

Kekerasan itu terjadi menyusul bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel di kompleks masjid Al-Aqsa, yang dipicu oleh upaya selama bertahun-tahun oleh pemukim Yahudi untuk mengambil alih rumah-rumah Arab di kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem.

Yordania, yang terikat oleh perjanjian damai dengan Israel yang disepakati pada tahun 1994, telah berhari-hari menyaksikan aksi protes dalam solidaritas dengan Palestina.

Dalam aksinya, para demonstran menuntut pengusiran duta besar Israel.

Sekitar setengah dari 10 juta penduduk Yordania berasal dari Palestina, termasuk sekitar 2,2 juta pengungsi yang terdaftar di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga !