Fri. Oct 22nd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Risiko Pelemahan Ekonomi AS Berkurang, The Fed Waspadai Dampak Virus Korona

1 min read

WASHINGTON – Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed menyatakan risiko pemulihan ekonomi AS selama lebih dari satu dekade tampaknya sudah berkurang. Meski membaik, prospek pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam itu dibayangi dampak virus corona.

Usai melakukan pertemuan, Bank Sentral AS mengatakan, turunnya industri manufaktur, pelemahan ekonomi dunia dan risiko kemungkinan resesi telah menurun dampaknya terhadap perekonomian AS.

“Risiko kerugian pada prospek AS tampaknya telah surut pada akhir tahun ini. Konflik atas kebijakan perdagangan agak berkurang, pertumbuhan ekonomi di luar negeri menunjukkan tanda-tanda stabil, dan kondisi keuangan mereda,” kata The Fed, dilansir dari Reuters, Sabtu (8/2/2020).

Fed juga mencatat bahwa pasar kerja AS dan belanja konsumen tetap kuat. Artinya kemungkinan resesi yang terjadi selama depan tahun ini telah turun.

Fed mendasarkan kesimpulannya pada model probabilitas resesi yang menggabungkan perilaku pasar obligasi dan faktor-faktor lainnya.

 

Namun di antara risiko yang dicatat oleh Fed, dampak penyebaran wabah korona di China memiliki nilai tinggi, dan tingkat rekor utang korporasi tingkat rendah yang nyaris dicatat oleh The Fed yang dikhawatirkan dapat menjadi masalah dalam penurunan ekonomi.

Kekhawatiran tentang virus dan kemungkinan gangguan terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok berdampak pada turunnya pasar saham dalam perdagangan Jumat. Meskipun laporan pekerjaan AS yang kuat menunjukkan ekonomi menambahkan 225.000 pekerjaan pada Januari.

Secara keseluruhan, The Fed menilai ekonomi membaik setelah satu tahun yang bergejolak. Di mana Bank Sentral telah tiga kali melakukan penurunan suku bunga pada 2019.

“Belanja konsumen dan aktivitas layanan di seluruh dunia terus bertahan,” The Fed melaporkan.