Fri. Oct 22nd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Unik, Korek dan Asbak Berkonsep Liar di Pasar Wisata Kota Batu Malang

2 min read

Menjadi kreatif adalah satu hal yang harus disyukuri, karena dengan begitu ide-ide liar dan tidak biasa akan membuat orang terkagum dan tak habis pikir.

Kali ini, jika kamu biasanya membayangkan gantungan berbentuk aneka pernak pernik lucu kegemaranmu. Bagaimana jika berbentuk makanan yang biasa kamu makan seperti tempe, tahu, regal, bahkan ayam goreng tepung.

Begitu juga pemantik api, biasanya kita ingin simpel, tapi bagaimana jika berbentuk sesuatu yang mengerikan seperti jempol putus, mengerikan bukan? Juga pernahkah membayangkan punya asbak berbentu tangan yang putus, bukankah kamu bakal takut?

Korek dan asbak berkonsep liar di Pasar Wisata Kota Batu Malang. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Korek dan asbak berkonsep liar di Pasar Wisata Kota Batu Malang. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Tapi bentuk-bentuk aneh ini benar-benar ada dan tercipta, hasil tangan dingin dan kreatifnya M. Syahril atau yang akrab disapa Aril. Bukan hanya membentuk, laki-laki berusia 19 tahun ini sudah menjualnya selama 3 tahun di Malang sejak 3 tahun lalu.

Aril bercerita jika pada awalnya ia mendapat ilmu membuat kreasi seperti ini di Bandung, dan mulai dijual sejak 2012 silam. Sayang guru ataupun tutornya yang tak lain ayah dari teman Aril sudah wafat.

“Inspirasinya dari almarhum orang tua temen di bandung, jadi sekarang dia udah nggak ada yaudah kita lanjutin, di bawa ke malang masih lanjut,” ujar Aril kepada Suara.com di tempat dimana ia biasa mangkal di Pasar Laron, Alun-Alun Wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Korek dan asbak berkonsep liar di Pasar Wisata Kota Batu Malang. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Korek dan asbak berkonsep liar di Pasar Wisata Kota Batu Malang. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Laki-laki asal Sumatera Barat ini mengakui memang saat membuat mulanya ia kerap merasa jijik, tapi seiring berjalannya waktu ia mulai terbiasa, dan berusaha setiap 3 bulan sekali mengupgrade produknya dalam bentuk baru.

“Awalnya jijik, abis udah unik udah lama nggak masalah juga,” celetuknya.

Sedangkan proses pembuatannya, kata Aril tidak begitu lama selama ia sudah membuat cetakkannya yang ia buat langsung dari bentuk makanan, tangan atau telinga asli. Kata dia, bahannya berbuat dari fiber, dan hanya membutuhkan waktu 1 menit untuk mencetaknya.

“Bahannya dari fiber, di cetak ada cetakkannya. Satu kali cetakkan satu menit langsung jadi, yang lamanya cuma cat dan pewarna, harus diwarnai satu-satu,” imbuh Aril.

Tak main-main omset tertinggi Aril dalam sehari semalam berjualan bisa mencapai Rp 5 juta, saat liburan tahun baru. Sedangkan hari biasa atau weekday pendapatan terkecilnya Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Di akhir pekan atau weekend pendapat rutinnya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Padahal saat memulai berbisnis ia mengeluarkan modal Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Tidak hanya di Malang, Aril juga sudah mengirimkan karya seninya ke berbagai penjuru Indonesia seperti Bali, Jogja, Bogor, Surabaya, Sumatera Barat, hingga Kalimantan.

Fantastis kan karya Aril ini? Yuk jangan berhenti berkarya.

Baca juga !